Hai para anggota dewan yang terhormat
sadarkah kalian bahwa kalian ini memegang amanah dari rakyat,anda di pilih untuk melindungi rakyat kecil,menengah,dan atas,bukan hanya rakyat yang punya banyak uang saja yang memilih anda,jangan permainkan amanah yang kami berikan,jika kalian tidak bisa memberikan atau setidaknya menyampaikan aspirasi kami sebaiknya anda berhenti saja,sebelum AllAH SWT memberikan azab yang teramat pedih bagi kalian yang tidak amanah.
sebagai pemimpin seharusnya kalian bisa mengatakan yang salah itu salah,dan yang benar itu benar,bukan malah membela-bela ketidak benaran seperti yang terjadi saat ini,jangan lacurkan jabatan anda hanya karena kekuasaan yang sementara,atau harta yang tidak seberapa,sekalipun saudara yang kau bela,jika itu dalam ketidak benaran jangan sekali-kali engkau membela,ingat berbuat kebaikan pada hal yang salah itu adalah salah dan menjadi dosa kepada Allah SWT yang maha penguasa alam semesta ini.
Nabi Muhammad SAW di turun kan kemuka bumi ini untu merubah Ahklak manusia,bukan untuk merubah agama,jika ahklak kalian para anggota dewan yang terhormat ini seperti binatang,apa jadinya bangsa dan negara ini,percuma kalian memekai kopiah,menyandang agama islam,tetapi apa yang kalian lakukan untuk rakyat tidak menceriminkan keislaman itu sendiri,tahukah kalian bahwa Allah swt berfirman
Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat :
Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata
mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di
dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji
Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al-Baqarah: 30)
Karena manusia terlahir sebagai khalifah fil ardh,
tugas selanjutnya adalah menggali potensi kepemimpinannya yang
bertujuan memberikan pelayanan serta pengabdian yang diniatkan
semata-mata karena amanah Allah, yaitu dengan cara memainkan perannya
sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.[2]
karena Allah saja sudah mengatakan seperti itu,apa kalian para anggota dewan yang terhormat masih mau melacurkan dirinya dan jabatan yang di embankan kepadanya,sadarlah hai kalian,apakah harus Allah ambil dulu nikmat yang di berikan kepada kalian baru kalian akan sadar?????ingatlah kelak amanh yang aklian emban akan di pertanyakan.



